Membangun pengetahuan dan solusi untuk masa depan wilayah kepulauan dan pesisir
Archipelagic Research Center adalah lembaga riset independen yang berfokus pada penyelesaian tantangan ekologis, sosial, dan ekonomi di wilayah kepulauan dan pesisir melalui pendekatan berbasis data, teknologi, serta kolaborasi langsung di lapangan.

Tim yang bergerak bersama untuk menciptakan dampak nyata

Director
Muhamad Baiul Hak, S.E., M.App.Ec.
Memimpin arah strategis dan pengembangan institusi dalam menjawab tantangan wilayah kepulauan dan pesisir.

Project Manager Officer
Abram Maulana
Mengelola pelaksanaan proyek dan memastikan kolaborasi berjalan efektif di setiap inisiatif.

Field Staff Officer
Affan Al Ghaffar
Berperan langsung dalam kegiatan lapangan, pengumpulan data, dan interaksi dengan masyarakat.

Research Assistant (R&D)
Dimas Agri
Mendukung riset dan pengembangan berbasis data untuk menghasilkan insight yang relevan.

Research Assistant (Software Engineer)
Zacky Raechan
Mengembangkan solusi teknologi dan sistem berbasis data untuk mendukung aktivitas riset.
Visi
Pusat riset terdepan untuk keberlanjutan kepulauan & pesisir Asia Tenggara.
Tentang Visi Ini
Ekosistem pulau dan pesisir bukan sekadar geografi — melainkan fondasi kehidupan jutaan komunitas. Kami hadir untuk memastikan keberlanjutannya melalui riset yang independen dan berbasis bukti.
01
Penelitian Berbasis Bukti
Data dan analisis yang dapat ditindaklanjuti untuk pengambil kebijakan dan komunitas lokal.
02
Kolaborasi Lintas Sektor
Jembatan antara akademisi, pemerintah, NGO, dan masyarakat adat di kawasan kepulauan.
03
Advokasi Kebijakan
Mendorong regulasi yang adil dan berpihak pada kelestarian ekosistem pesisir.
04
Kapasitas Lokal
Melatih dan memberdayakan peneliti muda dari komunitas kepulauan itu sendiri.
Nilai
Sejarah & Latar Belakang

Berawal dari keprihatinan,
tumbuh menjadi gerakan.
Archipelagic Research Center lahir dari keresahan sekelompok peneliti muda yang menyaksikan bagaimana krisis ekologi, marginalisasi sosial, dan tekanan ekonomi menghimpit komunitas-komunitas di kepulauan Nusantara — tanpa ada lembaga yang secara konsisten hadir untuk mendokumentasikan dan mengadvokasi kondisi mereka.
"Kami tidak ingin menjadi lembaga penelitian yang hanya menerbitkan laporan. Kami ingin riset kami benar-benar mengubah kehidupan di pulau-pulau terpencil."
Pada awalnya, ARC hanya berupa jaringan informal antara akademisi, jurnalis data, dan aktivis lingkungan. Namun seiring bertambahnya mitra dan meluasnya cakupan isu yang dihadapi, kebutuhan akan struktur yang lebih formal menjadi tak terelakkan.
Kini ARC beroperasi sebagai lembaga penelitian independen yang fokus pada tiga domain utama: ekologi pesisir, ketahanan sosial komunitas pulau, dan kebijakan ekonomi kawasan maritim — dengan pendekatan yang selalu menempatkan komunitas lokal sebagai mitra, bukan objek penelitian.

Angka & Fakta
2019
Tahun berdiri sebagai jaringan riset informal
40+
Peneliti & mitra aktif lintas disiplin
12
Pulau & kawasan pesisir yang telah diteliti
Soon
Publikasi & laporan kebijakan yang diterbitkan
Tonggak Perjalanan
Mulai Kolaborasi Bersama ARC Hari Ini
Bergabunglah dalam inisiatif riset dan inovasi untuk menciptakan dampak nyata di wilayah kepulauan Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor.
